Penanganan Kejang Demam Pada Anak (Step)

Penanganan Step Pada AnakKejang demam atau yang sering dikenal dengan istilah step (Dari bahasa Belanda: Koortsstuipen) adalah kejang yang dipicu oleh demam dan umumnya terjadi pada anak-anak di bawah usia 6 tahun. Paling sering terjadi, adalah pada rentang usia 18 bulan hingga 3 tahun.

Kejang demam terjadi sebagai akibat dari terganggunya aktivitas listrik di otak akibat meningkatnya suhu tubuh anak. Selain itu, bisa juga sebagai tanda awal dari suatu penyakit, seperti flu, pilek, infeksi telinga, pneumonia atau meningitis, atau infeksi lainnya. Biasanya kejang demam merupakan faktor keturunan. Bila salah satu orangtuanya pernah mengalaminya, maka seorang anak memiliki kemungkinan sebesar 10-20% untuk mengalaminya juga. Bila kedua orangtua dan saudara kandungnya juga pernah mengalaminya, maka resiko sang anak akan meningkat menjadi 30%.

Biasanya, kejang demam tidak berulang, namun penelitian menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak akan mengalami kejang demam untuk kedua kalinya, dan resiko akan meningkat apabila kejang pertama terjadi di usia kurang dari 1.5 tahun, atau jika ada riwayat keluarga yang mengalami kejang demam juga, atau jika kejang ditimbulkan akibat demam yang tidak terlalu tinggi (38.5 derajat celcius atau kurang).

Gejala kejang demam adalah sebagai berikut:

  1. Saat demam dimulai, tubuh anak mendadak menjadi kaku.
  2. Bola mata berputar ke belakang.
  3. Anak kehilangan kesadaran.
  4. Tubuh, tangan dan kaki mulai mengejang/kelojotan dengan kepala mendongak.
  5. Kulit menjadi kebiruan/gelap.
  6. Napasnya tidak beraturan.

Keadaan di atas biasanya tidak berlangsung lama, bisa dalam hitungan detik atau menit, dan tak lama kemudian penderita akan kembali tersadar. Untuk beberapa saat sebelum sadar sepenuhnya, penderita akan tampak mengantuk.

Berikut ini adalah penanganan anak yang mengalami kejang demam/step:

  1. Baringkan anak di lantai atau kasur yang lembut, dan berikan bantal sebagai alas kepalanya.
  2. Miringkan tubuhnya perlahan apabila anak mulai muntah/mengumpulkan liur di mulutnya. Tujuannya adalah agar ia tidak tersedak oleh muntahnya sendiri.
  3. Longgarkan baju dan celananya agar ia dapat bernapas dengan bebas.
  4. Jangan menahan gerakan anak selama kejang berlangsung.
  5. Jangan meletakkan benda apapun ke dalam mulutnya, agar tidak merusak gigi atau mengakibatkan cedera mulut lainnya.
  6. Kompres kepala dan tubuhnya dengan air hangat (bukan air dingin!). Air dingin atau alkohol hanya akan memperparah demam.
  7. Bila ada, berikan diazepam dalam bentuk supositoria semi padat ke dalam anus anak. Pemberian melewati anus ini akan bereaksi lebih cepat.
  8. Bila kejang demam/step berlangsung lebih dari 5 menit, segera hubungi dokter. Demikian pula apabila kejang terjadi lebih dari sekali dalam hari yang sama.

2 gagasan untuk “Penanganan Kejang Demam Pada Anak (Step)

  1. saya merasa terbantu dgn adanya tulisan dr sdra.tp klo blh,saya ada pertanyaan,bagaimana cranya menangani step pd ank yg terjadi tanpa demam?
    terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s