Penyakit Asma dan Penyebabnya

Penyakit AsmaAsma adalah peradangan kronis pada saluran napas yang menyebabkan pembengkakan dan penyempitan dari saluran napas tersebut, dan mengakibatkan kesulitan bernapas. Saluran napas yang meradang kronis dapat menjadi terlalu sensitif terhadap alergen (pemicu spesifik) atau iritan (pemicu nonspesifik).

Setiap orang memang memiliki kemungkinan dimana saluran napasnya bersifat hiper reaktif, namun penderita asma dan penderita alergi (tanpa asma yang terlihat) memiliki tingkat yang lebih besar untuk mengalami hiper reaktif dari saluran napas mereka dibanding dengan orang yang tidak memiliki asma dan alergi.

Pada orang yang sensitif, saluran bronchial-nya lebih mungkin membengkak dan menyempit bila terkena pemicu seperti alergen, asap tembakau, atau berolahraga. Asma juga mempengaruhi orang-orang dengan derajat yang berbeda, tergantung reaksi penderita terhadap rangsangan lingkungan. Tentunya hal ini mempengaruhi jenis dan dosis obat yang diresepkan, yang dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain.

Gejala asma dapat dipicu atau diperburuk oleh banyak hal, namun perlu diingat bahwa tidak semua penderita asma bereaksi terhadap pemicu yang sama. Berikut adalah gejala asma :

  1. Batuk, dan biasanya batuk dari asma memburuk pada malam hari atau pagi hari, sehingga menyulitkan penderita untuk tidur malam. Kadang-kadang batuk membawa lendir atau dahak.
  2. Mengi, atau timbul suara desah atau seperti siulan ketika penderita bernapas.
  3. Dada seperti dicengkeram atau diduduki oleh sesuatu sehingga terasa berat.
  4. Sulit bernapas. Beberapa orang mengatakan mereka tidak bisa bernafas, atau seperti kehabisan napas dan tidak mendapat cukup udara.

Pada umumnya penyebab asma adalah:

  1. Serbuk sari tanaman
  2. Debu rumah, jamur, bulu hewan peliharaan,dah bagiah tubuh serangga
  3. Makanan, seperti ikan, telur, kacang tanah, susu sapi, kedelai.
  4. Zat-zat yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti zat kimia,  karet, gas, logam.
  5. Infeksi saluran napas, seperti yang disebabkan oleh virus, bronchitis atau sinusitis.
  6. Gastroesophageal reflux disorder (GERD)
  7. Obat-obatan seperti aspirin dan obat-obatan yang digunakan untuk menjaga tekanan darah tinggi dan fungsi jantung.
  8. Asap rokok
  9. Faktor outdoor seperti asap kabut, perubahan udara, asap mesin diesel
  10. Faktor indoor seperti cat dinding, detergen, deodorant, parfum.
  11. Olahraga, terutama pada saat cuaca dingin dan kering.
  12. Faktor emosi, seperti tertawa, menangis, dan keadaan tertekan.
  13. Faktor hormon, seperti menjelang haid.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s